Search

Minggu, Desember 02, 2012

BUDAYA BUGIS


Kebudayaan Bugis-Makassar adalah kebudayaan dari suku-suku Bugis-Makassar yang mendiami bagian terbesar dari jazirah selatan dari pulau Sulawesi. Jazirah itu adalah provinsi Sulawesi selatan sendiri yang sekarang terdiri dari 24 kabupaten. Mengenai asal mula suku Bugis, suku Bugis merupakan suku yang tergolong ke dalam suku-suku Deutero Melayu yang masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan.
1.      religi
Religi suku Bugis dan Makassar pada zaman pra islam adalah sure galigo, sebenarnya keyakinan ini telah mengandung suatu kepercayaan pada satu dewa tunggal, biasa disebut patoto e (dia yang menentukan nasib), dewata seuwae (tuhan tunggal), turie a rana (kehendak yang tertinggi). Sisa kepercayaan ini masih tampak jelas pada orang To latang dikabupaten Sidenreng Rappang dan orang Amma Towa di Kajang kabupaten Bulukumba.
2.      kepercayaan
Sekitar 90% dari penduduk Sulawesi Selatan adalah pemeluk agama Islam, sedangkan hanya 10% memeluk agama Kristen Protestan atau Katolik. Umat Kristen atau Katolik umumnya terdiri dari pendatang-pendatang orang Maluku, Minahasa, dan lain-lain atau dari orang Toraja. Mereka ini tinggal di kota-kota terutama di Makassar.
Kegiatan-kegiatan da'wah Islam dilakukan organisasi Islam yang amat aktif seperti Muhammadiyah, Darudda'wah wal Irsjad, partai-partai politik islam dan Ikatan Mesjid dan Mushalla dengan Pusat Islamnya di Makassar.
3.      Mata Pencaharian
Masyarakat Bugis dan Makassar pada umumnya adalah petani seperti penduduk dari daerah-daerah lain di Indonesia. Mereka menanam padi bergiliran dengan palawija di sawah. Teknik bercocok tanamnya juga seperti di tempat-tempat lain di Indonesia masih berisfat tradiosonal berdasarkan cara-cara intensif dengan tenaga manusia. Di berbagai tempat di pegunungan, di pedalaman dan tempat-tempat terpencil lainnya di Sulawesi Selatan, banyak penduduk masih melakukan bercocok tanam dengan teknik peladangan.
Adapun mereka yang tinggal di desa-desa di daerah pantai, mencari ikan merupakan suatu mata pencarian hidup yang amat penting.
4.      keseniaan
. Adapun kerajinan rumah-tangga yang khas dari Sulawesi Selatan adalah tenunan sarung sutera dari Mandar dan Wajo dan tenunan sarung Samarinda dari Bulukumba.
5.      bahasa
Bahasa yang diucapkan oleh suku Bugis disebut bahas ugi sementara suku Makassar disebut mangkasara. Adapun huruf yang dipakai dalam naskah Bugis maupun Makassar yakni, aksara lontara yaitu sebuah system huruf yang asalnya dari huruf sansekerta ( brahmi kuno dari India)
Mengenai kesusteraan Bugis-Makassar sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Utamanya, dalam naskah-naskah kesusteraan lontara.







0 komentar: